Target organ obesitas

Diabetes Care ; Redefining obesity and its treatmentassesment diagnosis.

Kebutuhan energi dipengaruhi oleh faktor fisiologis, factor patofisiologis dan factor social ekonomi. Mengetahui hubungan antara kelebihan energi dengan obesitas serta hipertensi. Diabetes ; Perlu anda tahu bahwa lemak itu ada bermacam-macam, tidak hanya satu zat saja.

Dari 38 penelitian prospektif secara meta-analisis, skala besar dan diikuti selama tahun menunjukkan bahwa kadar glukosa plasma adalah sebagai marker risiko untuk penyakit kardiovaskuler pada orang-orang sehat tanpa diabetes melitus. Disimpulkan oleh peneliti bahwa toleransi glukosa terganggu maupun diabetes melitus tipe 2 mempunyai risiko lebih besar dan berbeda secara bermakna banding dengan subyek yang mempunyai toleransi glukosa normal.

World Health Organization. Bentuk fisik obesitas dibedakan menurut distribusi lemak yang lebih banyak dibagian atas tubuh dada dan pinggang maka disebut apple shape body android target organ obesitas, dan bila banyak lemak dibagian bawah tubuh pinggul dan paha disebut pear shape body gynoid.

Obesitas merupakan penyakit kronik multifaktorial kompleks yang berkembang sebagai hasil interaksi dari genotip dan lingkungan, yang melibatkan perilaku, social, kebudayaan, psikologi, metabolic dan genetic.

Makanan berlemak juga mempunyai rasa yang lezat sehingga akan meningkatkan selera makan yang akhirnya terjadi konsumsi yang berlebihan. Bagaimana cara menyikapi obesitas dan hipertensi?

Metabolisme basal ini adalah kumpulan seluruh proses-proses yang terjadi dalam tubuh untuk mempertahankan kehidupan. Hal tersebut juga memicu kaskade koagulasi dan deposisi fibrin.

Keadaan ini disebabkan karena makanan berlemak mempunyai energy density lebih besar dan lebih tidak mengenyangkan serta mempunyai efek termogenesis yang lebih kecil dibandingkan makanan yang banyak mengandung protein dan karbohidrat.

Namun hampir sebagian besar dari masyarakat mengkonsumsi makanan tanpa memperhatikan seberapa besar kebutuhan energy untuk tubuhnya. Sebagaimana dengan obesitas, sindroma metabolik dihubungkan dengan risiko timbulnya diabetes melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskuler.

A meta analysis of prospective study. Dari hasil uji klinis dari beberapa penelitian telah terbukti bahwa toleransi glukosa terganggu merupakan faktor risiko untuk timbulnya diabetes melitus tipe 2. Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia Hasil survey Kesehatan Rumah Tangga SKRT tahun, dan menunjukkan peningkatan prevalensi penyakit kardiovaskuler yang menyolok sebagai penyebab kematian dan sejak tahun diduga sebagai penyebab kematian nomor satu.

Dalam keadaan normal otot menggunakan glukosa untuk membentuk energi. Zavaroni I. Lemak pun ada yang tidak memberikan energi seperti kolesterol.

Pada kelompok penderita diabetes melitus tipe 2 maupun toleransi glukosa terganggu lebih banyak yang meninggal akibat infark miokard dan strok dibanding dengan kelompok toleransi glukosa normal.

Penyakit Kantung Empedu Obese cenderung lebih mudah terkena batu empedu.i hubungan hipertensi derajat 1 dan 2 pada obesitas terhadap komplikasi organ target di rsup dr kariadi semarang laporan hasil penelitian karya tulis ilmiah.

target organ tubuh yaitu otak, mata, jantung, pembuluh darah arteri, serta ginjal. Sebagai dampak terjadinya komplikasi hipertensi, kualitas hidup penderita menjadi rendah dan kemungkinan terburuknya adalah terjadinya kematian pada penderita. · Tekanan darah diastolik harus segera diturunkan sampai mmHg, atau lebih rendah asal tidak menimbulkan hipoperfusi organ target.

There was a problem providing the content you requested

Obat pilihan adalah vasodilator seperti nitroprusid yang diberikan bersama penghambat reseptor b. Labetalol adalah obat pilihan yang lain.

Because patients in these special populations are more predisposed to target organ damage (TOD), stringent targets for blood pressure (BP) control have been set in clinical guidelines.

However. · Obesitas suatu penyakit yang multifaktorial, kronik mengglobal dan menjadi masalah bukan saja orang dewasa akan tetapi juga pada usia anak-anak dan adolosensia. Obesitas terkait dengan sindroma metabolik dan keduanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskulrer, namun peranan obesitas sebagai faktor independent masih kontroversial.

Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala akan berlanjut kesuatu organ target seperti stroke, penyakit jantung koroner dan hipertrofi ventrikel kanan.

Dengan target organ diotak yang berupa stroke, hipertensi menjadi penyebab utama Author: Dan.

Target organ obesitas
Rated 4/5 based on 19 review